Pengasuh Ponpes Sayyid Abdullah Sajad Apresiasi Manfaat Program Pesantren Hijau Unigoro


Banner Post

BOJONEGORO - Program pemberdayaan masyarakat yang digagas oleh dosen Universitas Bojonegoro (Unigoro) di Pondok Pesantren (Ponpes) Sayyid Abdullah Sajad, Kecamatan Bancar, Kabupaten Tuban, kini mulai dirasakan langsung manfaatnya oleh para santri dan pengurus pesantren.
Melalui instalasi pemanenan air hujan (IPAH) dan fasilitas pertanian berkelanjutan berbasis green house, kehidupan pesantren menjadi lebih mandiri dan ramah lingkungan.

Pengasuh Ponpes, Rasipan, S.Pd., menyampaikan rasa syukur atas kolaborasi dengan tim pengabdian masyarakat Unigoro. Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya memenuhi kebutuhan air dan pangan santri, tetapi juga memperkaya wawasan mereka tentang kemandirian dan konservasi lingkungan.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada tim pengabdian yang telah memberikan wawasan tentang swasembada pangan. Dari hasil kerja tim ini, kami memetik manfaat besar bagi pondok, terutama sebagai bekal tambahan pengetahuan untuk para santri,” ujarnya dalam video testimoni yang diunggah kanal resmi Universitas Bojonegoro, Senin (13/10/2025).

Bendahara pesantren turut menyampaikan apresiasi serupa. Ia menilai program konservasi air melalui pemanenan air hujan sangat relevan dengan kondisi geografis pesantren yang memiliki keterbatasan sumber air bersih.

“Terima kasih kepada tim pengabdian masyarakat yang telah memberikan wawasan terkait konservasi air melalui pemanenan air hujan. Semoga program ini terus membawa kebaikan bagi pesantren, pengurus, dan para santri,” tuturnya.

Program bertajuk Pemberdayaan Santri Pondok Pesantren Sayyid Abdullah Sajad Bancar dalam Mewujudkan Pesantren Hijau melalui Pemanenan Air Hujan dan Pertanian Berkelanjutan Green House ini digawangi oleh tim dosen Unigoro, Dyah Setyaningrum, M.Sc., Musthofa, S.T., M.T., dan Ir. Ichwan Hadi Saputra, S.T., M.T., dengan dukungan mahasiswa, M. Rizky Fathoni dan Regita Cahyaning.

Kegiatan ini merupakan bagian dari skema Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM) yang didanai oleh Direktorat Riset, Teknologi, dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRTPM) Kemenristek Dikti. Melalui proyek ini, tim berupaya meningkatkan kemandirian air dan pangan di lingkungan pesantren dengan pendekatan teknologi sederhana, edukatif, dan berkelanjutan.

Dengan lokasi pesantren yang berjarak sekitar tujuh kilometer dari pusat perbelanjaan dan kebutuhan air mencapai 240 liter per hari, keberadaan fasilitas baru ini menjadi solusi konkret atas keterbatasan sumber air bersih dan pasokan pangan di wilayah tersebut.

Kini, Ponpes Sayyid Abdullah Sajad tidak hanya memiliki sumber air alternatif dan lahan produktif, tetapi juga menjadi contoh nyata pesantren yang berdaya, mandiri, dan peduli lingkungan. Program ini diharapkan dapat menginspirasi lembaga keagamaan lain untuk menerapkan model pengelolaan sumber daya yang berkelanjutan dan berbasis pemberdayaan masyarakat. (lug)